Wednesday, January 19, 2011

Rumah kecil itu

Sesaat kita memaling ke belakang
jejak yang ditinggalkan itu sudah terpadam
hanya ingatan yang melayang
mengimbau kenangan tak terlupakan

di rumah kecil itu
biliknya cuma satu
atap rumbianya yang bocor
dan dinding buluh yang berlubang
lantai batang pinang yang tidak tersusun
tiangnya yang sedang dimakan anai-anai
adalah istana megah kebanggaan kami
titip usaha orang tua
yang tidak pernah berhenti berdoa

rumah kecil itu
ayah binanya secara perlahan-lahan
dari kudrat dan kerja kuat
mereka tidak mencuri laba di bursa saham
tidak melobi tender jutaan ringgit
tidak ada tukaran jual beli
mereka binanya dari keikhlasan
melihat kebahagiaan kami
anak-anak

sesaat memaling muka ke belakang
rumah kecil itu tiada lagi
tetapi pintunya tetap terbuka
mengingatkan kami
jangan lupa jalan pulang
jangan lupa akar permulaan

terima kasih ayah
terima kasih ibu
mendirikan kami istana berlindung
di bawah lembayung kasih sayangmu